Langsung ke konten utama

Semangat Baru, KInerja Maju, Prestasi Melaju

 

Pak Nyoman Indra Permana sedang menyampaikan paparan, menarik.

Reviuw atas Caoacity Building (30 Agustus 2026)

Paparan dibuka dengan kalimat indah dari Woodrow Wilson, “When you lose your money you lose nothing. When you lose your health you lose something. When you lose your character you lose everything.

Akhlak sebagai Benteng, dan Kunci

Kalimat di atas mengingatkan kembali bahwa karakter sebagai penentu segalanya, maka kehilannya sama dengan kehilangan segalanya. Makna lainnya adalah akhlak bisa menjadi benteng penjaga diri, keluarga, dan negara, sekaligus menjadi kunci pembuka jalan penyelesaian, dan kesuksesan. Benarkah?

Baik, mari kita bersama mengintip dari sudut aturan formal. Tujuan pendidikan nasional di Indonesia tercantum secara resmi dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, Sehat, Berilmu, Cakap, Kreatif, Mandiri, dan Menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Amanat sisdiknas kita jelas sekali mengedepankan pembangunan karakter, akhlak mulia, attitude. Suksesnya pendidikan nasional menjadi alat ukur penjamin kelangsungan dan suksesnya masa depan bangsa.

Bila kita telaah dari sudut pandang agama Islam, bahwa pokok ajaran Islam mencakup akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Kehadiran Nabi Muhammad SAW berfungsi untuk meluruskan, menegakkan, dan menyempurnakan nilai-nilai moral luhur yang sebelumnya mungkin telah rusak atau belum paripurna di tengah peradaban manusia saat itu. Akhlak yang mulia ini mencakup hubungan yang baik kepada Allah SWT (Hablum minallah) maupun hubungan yang baik sesama manusia dan alam semesta (Hablum minannas).

Dengan jelas dan tegas nabi bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad, no. 8952). Syeh Umar Abdul Jabbar dalam kitab Mabadi Fiqiyah jilid 1 menjelaskan definisi agama Islam yang memiliki fungsi sebagai petunjuk untuk semua manusia dan kebahagiaannya. Bila kalimat itu dibalik maka kebahagiaan atau kesuksesan hanya bisa diraih dengan mentaati pada petunjuk.

Langkah Kecil Pembuka Gerbang Harapan

Daniel Coleman (Pakar Emotional Intelligent) menyebutkan ada 3 faktor penentu kesuksesan, Skill (10%), Knowledge (10%), dan Attitude (80%). Attitude menjadi kunci utama, untuk mendapatkan keahlian dan keilmuan. Seorang akan mendapatkan ilmu, atau keahlian dengan maksimal bila mentaati pada aturan sekolah, hormat patuh pada guru atau pelatih, baik dengan teman, dan sabar dalam belajar inilah attitude.

Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter, baik itu berupa ucapan, maupun tindakan, dan keduanya akan menjadi penentu masa depan kita (sukses) karakter, akhlak, attitude, akan menjadi kunci apakah kesuksesan kita maksimal atau tidak sampai puncak, atau stagnan bahkan mengalami kemunduran.

Maka mengenang masa kecil dulu, ternyata leluhur kita begitu hebat sehingga dalam pujian di surau sampai kini masih dikumandangkan “Wong kang sholih kumpulono”. Sebagaimana dikatakan oleh Richard Branson terdapat 5 ciri mental attitude, (1) Berpikir Positif. (2) Berbicara Positif. (3) Bertindak Positif. (4) Bergaul Positif, dan (5) Berpenampilan Positif. Lima hal positif tersebut hanya ada dalam diri orang0orang yang sholih.

Keseimbangan Sempurnaan dalam Hak, dan Kewajiban

Pak Nyoman menggiring arah pemahaman kita dengan cara yang sangat menarik, diselingi jock-jock yang menviptakan atmosfir ruang hangat penuh semangat, Belaiu paparkan rinci dari mana hak itu berasal: Pertama, dari pemberian / diterima yang bersifat universal, seperti hak hidup, hak bahagia, hak menjadi anak dan lain-lain. Kedua, diperjuangkan atau didapatkan, didapatkan berdasarkan keseuain dengan tahapan, seperti hak bekerja, hak berumah tangga, dan lain sebagainya. Ketiga, hak yang diberikan, seperti kewenangan.

Lebih dalam untuk pertajam pemahaman, diteruskan dengan sumber kewajiban, darimana kewajiban itu muncul. Setiap kita mengambil hak maka akan muncul kewajiban, contoh karena kita mengambil hak untuk memiliki sepeda motor, maka otomatis akan muncul kewajiban atas kepemilikan sepeda motor tersebut (memakai helm saat mengendarainya, memiliki SIM, membayar pajak dan lain-lain).

Dengan kata lain tidak akan muncul kewajiban sebelum hak itu diambil. Sehingga bila kita lihat dari sisi hukum positif hak dan kewajiban dilindungi dengan ketetapan aturan perundangan.

Catatan Penting

4 hal penting dalam catatan kami untuk meniti jalan meraih kesuksesan:

(1) Menjaga lurusnya niat; lurunya niat akan menjadikan kita kuat, karena terbimbing oleh energi Sang Maha Kuat.

(2) Menetapkan visi dan misi; dengan visi dan misi yang ditetapkan dan terjaga oleh tekat yang kuat maka akan membuat langkah kita mudah, laju pesat, dan tak akan tersesat.

(3) Mengubah kebiasaan; berubahnya kebiasaan buruk menjadi baik, maka akan membawa kebaikan bagi pelakunya.

(4) Meningkatkan kapasitas; sangat mudah kita pahami, sehingga karena itulah Inspektorat Tulungagung melaksanakan capasity building sebagai bagian dari jalan menuju kesuksesan yang lebih bauk dari hari sebelumnya.

Reviuwer: Susilo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APIP Wajib Tahu 39 Pelanggaran ini

Dok pribadi: Riviewer oleh Susilo, SP., SE., MPd. *) Tulungagung, 28 Juli 2026. Dari ruang zoom kami kabarkan bahwa terdapat 39 kasus membudaya dan bahaya yang harus kita ketahui bersama, terutama bagi APIP. Apa saja kasus dimaksud? Suatu kehormatan bagi kami diberi amanat sebagai reviewer buku luar biasa yang berj udul Potensi Korupsi di Lembaga Pendidikan   (Kajian Teoritis dan Praktis). Buku karya sahabat kami Bapak DR. H. Hadilaksono, MPd., C.Mtr. CH. (Kotawaringin Barat) ini diterbitkan oleh Satria Indraprasta Publishing (SIP) Tahun 2026, jumlah halaman 237, bergenre Non Fiksi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selada, 28 Juli 2026 ini digagas oleh FPAKSI SIGMA Kementerian Agama Republik Indonesia bertitel CERDAS (Cerita dan Diskusi Integritas) KEMENAG. Event yang dibuka oleh Bapak Mochamad Shidik Sisdiyanto, M.Pd. (Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan Kementerian Agama RI) mengangkat 2 buku untuk direview oleh 2 ora...

Pernik Menarik dari Bimtek Persiapan Assesmen Paksi 2026

  Dok Pribadi, Suasana penutupan bimtek oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung T ulungagung, 13 Agustus 2026, menjadi puncak kegiatan yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Tulungagung bekrjasama dengan Forum Jawa Timur Penyuluh Antikorupsi (JatimPAK) melalui proses yang penuh kejutan. Kita sadari Bersama, bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa ( extraordinary crime ) yang memerlukan penanganan komprehensif, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga upaya pencegahan dan edukasi secara masif. Salah satu strategi efektif dalam membangun budaya antikorupsi adalah melalui peran aktif Penyuluh AntiKorupsi (PAKSI) . Guna memastikan kualitas, kompetensi, dan standar penyuluhan yang profesional, Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia te (SKKNI) bagi Penyuluh AntiKorupsi. Untuk menghadapi proses sertifikasi/asesmen tersebut, calon Penyulu...

Rahasia Kekuatan Para Pahlawan

  Susilo, SP., SE., MPd.*) Mengapa para pahlawan yang berjuang untuk meraih kemerdekaan seolah tak ada rasa lelah? Apa rahasianya? Simak dalam uraian singkat ini. Rahasia kekeuatan para pahlawan yang begitu hebat, dorongan jiwa kepahlawanannya harus dijasikan teladan untuk kita sebagai pewaris negeri dan penerus pernjuangannya. Pertama Ikhlas  yang berarti memurnikan niat hanya karena Allah Ta'ala, bebas dari riya' atau pamrih duniawi. Allah berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5: " Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya ..."  Ikhlas menjadi syarat diterimanya amal, tanpa keikhlasan, amal sebesar apapun akan sia-sia di hadapan-Nya. Keikhlasan mendatangkan perlindungan khusus dari Allah SWT, sebagaimana pengakuan iblis yang gagal menggoda hamba-hamba yang ikhlas (QS. Al-Hijr: 29 - 30)   Ia (Iblis) berkata, “ Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa i...