Langsung ke konten utama

KHITBAH: SUDAH AKAH SAKINAH, MAWADDAH DAN RAHMAH?


 Khitbah atau meminta, melamar, meminang seorang perempuan untuk dinikahkan merupakan bagian penting yang dianjurkan dalam Islam untuk menuju jenjang pernikahan. Bertemunya keluarga dan calon mempelai untuk saling berta'aruf, mengakrabkan diri bahkan hingga pembicaraan serius mengarah ke masa depan yang lebih indah.

Melamar menjadi tarbiyah awal dan sangat penting sebelum membina rumah tangan, karena ini merupakan proses yang memberi pelajaran tentang keseimbangan, keadilan dan penghormatan pada setiap keputusan. Khitbah memberikan peluang dan keuntungan bagi kedua belah pihak secara adil. Pihak laki-laki mendapat peluang untuk meminang, sedang pihak perempuan memperoleh keuntungan untuk bebas memberi jawaban. Boleh menjawab "Iya" pun juga tak boleh ada yang menghalanginya untuk menjawab "Tidak". Alangkah bijaksana jika sebelum menjawab pihak perempuan diberi kesempatan untuk berpikir lebih jernih hingga mantap mengambil keputusan tanpa paksaan. 

Apakah dalam proses khitbah sudah ada sakinah, mawaddah dan rahmah?

Iya, sudah! Karena proses ini merupakan proses lanjutan setelah kedua saling tahu. Sesungguhnya saat itu sudah muncul cocok, nyaman, tenang, tenteram dan kasih sayang. Ketika kedua belah pihak keluarga sudah saling memberi sinyal dukungan, maka rasa itu makin berkembang. Baik pada diri calon yang akan dinikahkan maupun keluarga besarnya. Dalam khitbah itu rasa bahagia penuh semangat, kasih-sayang dan pengharapan serta rasa takut tumbuhkembang membaur jadi satu diantara kedua pihak. Pada hari itu hanya menunggu keputusan jawaban atas proposal yang diajukan pihak laki-laki, "diterima" atau "ditolak".

Ketika telah mendapat acc keputusan "Iya, Diterima!" sungguh saat itu sakinah, mawaddah dan rahmah makin kuat menancap dalam diri masing-masing. Langkah lebih lanjut yang dilakukan pihak-pihak, bagi sesepuh atau orang dan lebih luas pihak keluarga masing-masing akan makin serius membahas laju perjalanan berikutnya. Step ini juga seperti menebar booster ketengan, cinta dan kasih yang luar biasa pengaruhnya. 

Nah, lalu bagaimana dengan calon pengantinnya? Ia tinggal menuruti berbagai keputusan yang diambil para sesepuh, kapan akan dilakukan akad nikah, resepsi dan agenda lain yang melingkupinya. Berkitunya calon pengantin mempersiapkan kesehatan mental, lahir dan batinnya, memohon dan berserah diri kepada yang Maha Kuasa agar diberi kemampuan mempertahankan kondisi samara ini hingga batas waktu yang ditetapkan Sang Pencipta (akhir hayat masing-masing). Perlu diwaspadai, terkadang selama proses menunggu jenjang ke pelaminan ini mungkin ada gangguan dan hambatan sebagai ujian, sehingga kesiapan mental spritual menjadi hal utama sebagai benteng perlindungan.

Maka sesungguhnya langkah setelah akad nikah, merupakan medan peperangan untuk mempertahankan sakinah, mawaddah dan rahmah dalam diri mempelai berdua. Sedangkan peran kedua pihak keluarga menjadi pagar diluar arena yaitu mendo'akan dan memberi nasihat jika diperlukan.

Wallahu a'lam bis-shawab...

Penulis: Susilo (3 Agustus 2024)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APIP Wajib Tahu 39 Pelanggaran ini

Dok pribadi: Riviewer oleh Susilo, SP., SE., MPd. *) Tulungagung, 28 Juli 2026. Dari ruang zoom kami kabarkan bahwa terdapat 39 kasus membudaya dan bahaya yang harus kita ketahui bersama, terutama bagi APIP. Apa saja kasus dimaksud? Suatu kehormatan bagi kami diberi amanat sebagai reviewer buku luar biasa yang berj udul Potensi Korupsi di Lembaga Pendidikan   (Kajian Teoritis dan Praktis). Buku karya sahabat kami Bapak DR. H. Hadilaksono, MPd., C.Mtr. CH. (Kotawaringin Barat) ini diterbitkan oleh Satria Indraprasta Publishing (SIP) Tahun 2026, jumlah halaman 237, bergenre Non Fiksi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selada, 28 Juli 2026 ini digagas oleh FPAKSI SIGMA Kementerian Agama Republik Indonesia bertitel CERDAS (Cerita dan Diskusi Integritas) KEMENAG. Event yang dibuka oleh Bapak Mochamad Shidik Sisdiyanto, M.Pd. (Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan Kementerian Agama RI) mengangkat 2 buku untuk direview oleh 2 ora...

Pernik Menarik dari Bimtek Persiapan Assesmen Paksi 2026

  Dok Pribadi, Suasana penutupan bimtek oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung T ulungagung, 13 Agustus 2026, menjadi puncak kegiatan yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Tulungagung bekrjasama dengan Forum Jawa Timur Penyuluh Antikorupsi (JatimPAK) melalui proses yang penuh kejutan. Kita sadari Bersama, bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa ( extraordinary crime ) yang memerlukan penanganan komprehensif, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga upaya pencegahan dan edukasi secara masif. Salah satu strategi efektif dalam membangun budaya antikorupsi adalah melalui peran aktif Penyuluh AntiKorupsi (PAKSI) . Guna memastikan kualitas, kompetensi, dan standar penyuluhan yang profesional, Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia te (SKKNI) bagi Penyuluh AntiKorupsi. Untuk menghadapi proses sertifikasi/asesmen tersebut, calon Penyulu...

Rahasia Kekuatan Para Pahlawan

  Susilo, SP., SE., MPd.*) Mengapa para pahlawan yang berjuang untuk meraih kemerdekaan seolah tak ada rasa lelah? Apa rahasianya? Simak dalam uraian singkat ini. Rahasia kekeuatan para pahlawan yang begitu hebat, dorongan jiwa kepahlawanannya harus dijasikan teladan untuk kita sebagai pewaris negeri dan penerus pernjuangannya. Pertama Ikhlas  yang berarti memurnikan niat hanya karena Allah Ta'ala, bebas dari riya' atau pamrih duniawi. Allah berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5: " Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya ..."  Ikhlas menjadi syarat diterimanya amal, tanpa keikhlasan, amal sebesar apapun akan sia-sia di hadapan-Nya. Keikhlasan mendatangkan perlindungan khusus dari Allah SWT, sebagaimana pengakuan iblis yang gagal menggoda hamba-hamba yang ikhlas (QS. Al-Hijr: 29 - 30)   Ia (Iblis) berkata, “ Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa i...